Dari Sahl bin Sa'd As-Sa'idi radhiyallahu 'anhu โ hadits tentang zuhud di dunia dan zuhud terhadap apa yang ada pada manusia sebagai kunci untuk dicintai Allah dan dicintai manusia. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (hasan).
Zuhud terhadap Dunia
Jangan terikat hati pada dunia, jadikan dunia sebagai ladang akhirat. Tidak berarti meninggalkan dunia total, tetapi tidak menjadikannya tujuan utama.
โ Allah akan mencintaimu
Zuhud terhadap Apa yang Ada pada Manusia
Jangan mengharapkan harta, kedudukan, atau pujian dari manusia. Jangan menjadi beban bagi orang lain.
โ Manusia akan mencintaimu
Kesimpulan: Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia secara total, tetapi melepaskan keterikatan hati dari dunia dan apa yang dimiliki manusia. Orang yang zuhud akan dicintai Allah karena ia tidak terpedaya oleh dunia, dan dicintai manusia karena ia tidak merebut hak mereka atau menjadi beban bagi mereka.
| Jenis Zuhud | Makna | Contoh Penerapan | Hasil |
|---|---|---|---|
| Zuhud terhadap Dunia | Tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama, hati tidak terikat pada harta, jabatan, atau kesenangan duniawi. Menyadari bahwa dunia hanya sementara dan akhirat adalah kekal. | - Tidak tamak/rakus terhadap harta - Menginfakkan harta di jalan Allah - Tidak sombong dengan jabatan - Menerima takdir dengan lapang dada |
Dicintai Allah |
| Zuhud terhadap Apa yang Ada pada Manusia | Tidak mengharapkan harta, kedudukan, atau pujian dari manusia. Tidak meminta-minta kepada manusia. Tidak iri dengan apa yang dimiliki orang lain. | - Tidak meminta-minta kepada manusia - Tidak iri (hasad) terhadap nikmat orang lain - Tidak mencari pujian (riya') - Tidak menjadi beban bagi orang lain |
Dicintai manusia |
Zuhud adalah bentuk paling tinggi dari "meninggalkan yang tidak bermanfaat" โ meninggalkan keterikatan berlebihan pada dunia yang tidak memberikan manfaat hakiki bagi akhirat.
Zuhud juga terkait dengan menjaga kehalalan rezeki. Orang yang zuhud tidak akan tergiur mencari harta dari jalan haram.
Hadits ini mengajarkan bahwa zuhud adalah kunci untuk dicintai Allah sekaligus dicintai manusia. Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia total, tetapi melepaskan keterikatan hati dari dunia dan apa yang ada pada manusia. Orang yang zuhud terhadap dunia (tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama) akan dicintai Allah. Orang yang zuhud terhadap apa yang ada pada manusia (tidak mengharap harta, kedudukan, atau pujian mereka) akan dicintai manusia. Maka, mari kita latih diri untuk qanaah, iffah, dan tawakal โ menjadikan akhirat sebagai tujuan utama, sementara dunia adalah ladang untuk meraihnya.
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang zuhud terhadap dunia namun tidak meninggalkan kewajiban, yang qanaah dengan rezeki-Mu, dan yang dicintai oleh-Mu serta dicintai oleh manusia karena kebaikan. Aamiin.