Serial Hadits Pilihan | Bagian 24

๐Ÿ“– Hadits Keduapuluh Empat: Larangan Zalim & Kemurahan Allah

Dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu โ€” Hadits Qudsi yang agung tentang larangan kezaliman, ketergantungan total hamba kepada Allah, dan kemurahan Allah yang tak terbatas. Diriwayatkan oleh Imam Muslim.

ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ู‚ุฏุณูŠ

Hadits Qudsi โ€” Firman Allah yang diriwayatkan oleh Rasulullah ๏ทบ
ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุฐูŽุฑูู‘ ุงู„ู’ุบูููŽุงุฑููŠูู‘ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูููŠู…ูŽุง ูŠูŽุฑู’ูˆููŠู‡ู ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ:
ยซูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏููŠ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุญูŽุฑูŽู‘ู…ู’ุชู ุงู„ุธูู‘ู„ู’ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽูู’ุณููŠ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ู’ุชูู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ู…ูุญูŽุฑูŽู‘ู…ู‹ุง ููŽู„ูŽุง ุชูŽุธูŽุงู„ูŽู…ููˆุง. ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏููŠ ูƒูู„ูู‘ูƒูู…ู’ ุถูŽุงู„ูŒู‘ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽุฏูŽูŠู’ุชูู‡ู ููŽุงุณู’ุชูŽู‡ู’ุฏููˆู†ููŠ ุฃูŽู‡ู’ุฏููƒูู…ู’. ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏููŠ ูƒูู„ูู‘ูƒูู…ู’ ุฌูŽุงุฆูุนูŒ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุทู’ุนูŽู…ู’ุชูู‡ู ููŽุงุณู’ุชูŽุทู’ุนูู…ููˆู†ููŠ ุฃูุทู’ุนูู…ู’ูƒูู…ู’. ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏููŠ ูƒูู„ูู‘ูƒูู…ู’ ุนูŽุงุฑู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุณูŽูˆู’ุชูู‡ู ููŽุงุณู’ุชูŽูƒู’ุณููˆู†ููŠ ุฃูŽูƒู’ุณููƒูู…ู’. ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏููŠ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูุฎู’ุทูุฆููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐูู‘ู†ููˆุจูŽ ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง ููŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู†ููŠ ุฃูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’...ยป
Terjemahan Indonesia:
โ€œDari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu, dari Rasulullah ๏ทบ sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya 'Azza wa Jalla bahwa Dia berfirman: 'Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling berbuat zalim. Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberimu petunjuk. Wahai hamba-Ku, kalian semua lapar kecuali yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku akan memberimu makan. Wahai hamba-Ku, kalian semua telanjang kecuali yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku akan memberimu pakaian. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat salah di malam dan siang hari, dan Aku mengampuni dosa-dosa semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu...'โ€ (HR. Muslim)
Kosa kata: ๐Ÿ“– ุญูŽุฑูŽู‘ู…ู’ุชู : Aku haramkan ๐Ÿ“– ุงู„ุธูู‘ู„ู’ู…ูŽ : kezaliman ๐Ÿ“– ุถูŽุงู„ูŒู‘ : sesat ๐Ÿ“– ููŽุงุณู’ุชูŽู‡ู’ุฏููˆู†ููŠ : mintalah petunjuk kepada-Ku ๐Ÿ“– ุฌูŽุงุฆูุนูŒ : lapar ๐Ÿ“– ุนูŽุงุฑู : telanjang ๐Ÿ“– ุชูุฎู’ุทูุฆููˆู†ูŽ : kalian berbuat salah ๐Ÿ“– ููŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู†ููŠ : mintalah ampun kepada-Ku

Intisari Hadits Qudsi: 7 Seruan Allah kepada Hamba-Nya

๐Ÿ’ก Insight Utama: Hadits Qudsi ini adalah salah satu hadits yang paling agung dan mencakup fondasi hubungan antara Allah dan hamba-Nya. Allah menyeru hamba-Nya dengan penuh kasih sayang ("Wahai hamba-Ku") diulang berkali-kali, mengajarkan: (1) keharaman kezaliman, (2) kebutuhan hidayah hanya dari Allah, (3) kebutuhan makanan dari Allah, (4) kebutuhan pakaian dari Allah, (5) pengampunan dosa dari Allah, (6) ketidakmampuan makhluk memberi manfaat/mudarat kepada Allah, dan (7) balasan amal yang adil.

ู„ุง ุชูŽุธูŽุงู„ูŽู…ููˆุง

Jangan Berbuat Zalim
Allah haramkan kezaliman atas diri-Nya dan antar hamba

ููŽุงุณู’ุชูŽู‡ู’ุฏููˆู†ููŠ

Mintalah Petunjuk
Semua sesat kecuali yang Allah beri hidayah

ููŽุงุณู’ุชูŽุทู’ุนูู…ููˆู†ููŠ

Mintalah Makanan
Semua lapar kecuali yang Allah beri makan

ููŽุงุณู’ุชูŽูƒู’ุณููˆู†ููŠ

Mintalah Pakaian
Semua telanjang kecuali yang Allah beri pakaian

ููŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู†ููŠ

Mintalah Ampun
Allah mengampuni semua dosa

ู…ูู„ู’ูƒููŠ ู„ุง ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู

Kerajaan Allah Tidak Berkurang
Takwa atau maksiat tidak mempengaruhi kekuasaan Allah

ุฃูุญู’ุตููŠู‡ูŽุง ู„ูŽูƒูู…ู’

Amal Dihitung & Dibalas
Setiap kebaikan dan keburukan akan dibalas

Kemurahan Allah: Perumpamaan Jarum dan Lautan

๐Ÿ“Œ "Seandainya seluruh manusia dan jin berkumpul di satu bukit lalu meminta kepada-Ku, lalu Aku penuhi setiap permintaan mereka, tidak akan mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali seperti jarum yang dicelupkan ke laut."
Perumpamaan ini menunjukkan betapa luas dan tak terbatasnya kekayaan, rahmat, dan karunia Allah. Lautan yang luas tidak akan berkurang airnya meskipun jarum dicelupkan berulang kali. Demikian pula kerajaan Allah tidak akan berkurang sedikit pun meskipun Dia memberi semua makhluk apa yang mereka minta.
Maka mintalah kepada Allah dengan penuh keyakinan, karena Dia Maha Kaya lagi Maha Memberi. Jangan pernah merasa ragu atau malu untuk meminta kepada-Nya.

Rincian Seruan Allah dalam Hadits Qudsi

SeruanKondisi HambaPerintah AllahJanji Allah
Larangan Zalim Manusia cenderung menzalimi sesama Jangan saling berbuat zalim Allah haramkan kezaliman
Hidayah Semua manusia sesat secara fitrah Mintalah petunjuk kepada-Ku Aku akan memberimu petunjuk
Makanan Semua manusia lapar Mintalah makan kepada-Ku Aku akan memberimu makan
Pakaian Semua manusia telanjang Mintalah pakaian kepada-Ku Aku akan memberimu pakaian
Ampunan Semua manusia berdosa siang-malam Mintalah ampun kepada-Ku Aku akan mengampunimu

Kandungan & Pelajaran Penting

Tema-Tema dalam Al-Qur'an

๐Ÿ“– Besarnya bahaya kezaliman:
QS. Al-A'raf 7:44, QS. Hud 10:13

๐Ÿ“– Allah sumber hidayah dan rezeki:
QS. Al-Kahf 18:17, QS. Hud 11:6
๐Ÿ“– Kemurahan dan ampunan Allah:
QS. Az-Zumar 39:53, QS. Al-A'raf 7:156

๐Ÿ“– Kebaikan dan keburukan kembali kepada manusia:
QS. Al-Isra 17:7, QS. Muhammad 47:38

Keterkaitan dengan Hadits Sebelumnya

Hadits Ke-14 (Perlindungan Darah Muslim)

Hadits ke-14 mengajarkan bahwa darah muslim terlindungi kecuali dengan hak. Hadits ke-24 ini mengajarkan akar dari perlindungan tersebut: Allah mengharamkan kezaliman.

Hadits Ke-19 (Jagalah Allah)

Hadits ke-19 mengajarkan "mintalah hanya kepada Allah". Hadits ke-24 ini memperkuat dengan perintah langsung dari Allah: "Mintalah petunjuk, makanan, pakaian, dan ampunan kepada-Ku."

Penutup Hadits: Evaluasi Diri (Muhasabah)

"Maka barangsiapa mendapatkan kebaikan, hendaklah ia bersyukur kepada Allah. Dan barangsiapa mendapatkan selain itu, janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri."
Ini adalah puncak keadilan Allah. Setiap amal akan dihitung dan dibalas dengan sempurna. Kebaikan yang kita terima di akhirat adalah karena rahmat dan karunia Allah, bukan karena kemampuan kita semata. Sebaliknya, keburukan yang kita terima adalah akibat dari dosa dan kelalaian kita sendiri. Maka, jangan pernah menyalahkan takdir atau orang lain atas kesalahan kita, tetapi introspeksi dirilah.

Tanya Jawab Seputar Hadits Qudsi Larangan Zalim

Artinya Allah tidak pernah berbuat zalim kepada siapa pun. Allah Maha Adil, tidak mungkin menyiksa seseorang tanpa dosa, tidak mungkin mengurangi pahala kebaikan, dan tidak mungkin menambah siksa di luar batas. Ini menunjukkan kesempurnaan keadilan Allah.
Tentu saja boleh, bahkan inilah yang diajarkan dalam hadits ini. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk meminta makan, pakaian, dan segala kebutuhan duniawi kepada-Nya. Ini adalah bentuk ketergantungan (tawakkal) yang benar. Namun, kita tetap harus berusaha (ikhtiar) dengan cara yang halal.
Ini adalah perumpamaan untuk menunjukkan bahwa manusia secara fitrah membutuhkan Allah dalam segala hal. Lapar dan telanjang adalah dua kebutuhan paling dasar manusia. Jika dalam kebutuhan dasar saja manusia bergantung pada Allah, apalagi kebutuhan lainnya. Ini mengajarkan tauhid dan tawakkal yang sempurna.
Pesan utamanya: (1) Jangan pernah berbuat zalim kepada siapa pun, (2) Sadari bahwa segala kebutuhan kita โ€” petunjuk, rezeki, pakaian, ampunan โ€” hanya dari Allah, maka mintalah hanya kepada-Nya, (3) Jangan sombong dengan amal kebaikan, karena itu karunia Allah, (4) Jangan menyalahkan takdir atau orang lain atas kegagalan, tetapi introspeksi diri, dan (5) Yakinlah bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Pengampun.

๐Ÿ“š Kesimpulan Hadits Keduapuluh Empat

Hadits Qudsi yang agung ini adalah wasiat Allah langsung kepada hamba-Nya. Kandungannya sangat mendalam: (1) Larangan kezaliman โ€” Allah sendiri mengharamkan kezaliman, maka janganlah kita saling menzalimi, (2) Ketergantungan mutlak kepada Allah โ€” dalam petunjuk, makanan, pakaian, dan ampunan, (3) Kemurahan Allah yang tak terbatas โ€” memberi semua makhluk tidak mengurangi kekayaan-Nya sedikit pun, (4) Keadilan Allah โ€” setiap amal akan dibalas, kebaikan karena karunia Allah, keburukan karena kesalahan sendiri. Hadits ini mengajarkan tauhid, keadilan, taubat, dan muhasabah secara sempurna. Semoga kita termasuk hamba yang memahami dan mengamalkan seruan ini.

Berseri: Hadits Keduapuluh Lima (Keutamaan Sedekah & Larangan Meminta-minta) akan dibahas pada bagian selanjutnya insya Allah.

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang zalim. Berilah kami petunjuk, makanan, pakaian, dan ampunan dari-Mu. Jadikanlah kami hamba yang bersyukur dan senantiasa muhasabah. Aamiin.