Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhuma โ hadits yang merangkum tiga wasiat agung: takwa di mana pun berada, kebaikan menghapus keburukan, dan bergaul dengan akhlak mulia. Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (hasan shahih).
Bertakwa di mana pun berada
Takwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik saat sendirian maupun di hadapan orang banyak.
Iringi keburukan dengan kebaikan
Setiap dosa dapat dihapus dengan amal saleh. Ini adalah rahmat Allah yang luar biasa.
Bergaul dengan akhlak yang baik
Berinteraksi dengan manusia dengan cara yang terbaik, penuh kesabaran, kelembutan, dan kebaikan.
| Wasiat | Makna & Implementasi | Buah/Hasil |
|---|---|---|
| Takwa di mana pun berada | Melakukan perintah Allah (shalat, puasa, zakat, dll) dan menjauhi larangan-Nya (zina, riba, dusta, dll), baik saat dilihat orang maupun saat sendirian. Takwa adalah "perisai" dari murka Allah. | Kecintaan Allah, pertolongan-Nya, jalan keluar dari kesulitan, dan rezeki dari arah tak terduga (QS. Ath-Thalaq 65:2-3). |
| Kebaikan menghapus keburukan | Jika terlanjur melakukan dosa, segera iringi dengan amal saleh: shalat, sedekah, istigfar, puasa, dll. Ini termasuk pintu taubat yang terbuka lebar. | Dosa dihapus, catatan amal menjadi baik, hati menjadi bersih kembali, dan mendapatkan ampunan Allah. |
| Akhlak mulia dalam pergaulan | Berinteraksi dengan manusia dengan kelembutan, kejujuran, kesabaran, pemaaf, tidak mudah marah, dan selalu berbuat baik. Ini termasuk dakwah bil hal. | Dicintai Allah dan manusia, hidup damai dan bahagia, menjadi teladan bagi orang lain, dan mendapatkan pahala besar. |
Akhlak mulia (wasiat ketiga dalam hadits ke-18) mencakup kemampuan menahan marah dan bersikap lembut kepada sesama.
Akhlak mulia juga mencakup berkata baik atau diam, serta memuliakan tetangga dan tamu โ semua bersumber dari takwa kepada Allah.
Hadits yang indah ini merangkum tiga wasiat agung Rasulullah yang menjadi fondasi keselamatan seorang muslim: (1) Takwa kepada Allah di mana pun berada โ kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi; (2) Mengiringi keburukan dengan kebaikan โ pintu taubat dan ampunan selalu terbuka; (3) Bergaul dengan akhlak mulia โ hubungan harmonis dengan sesama manusia. Tiga hal ini saling terkait: takwa melahirkan kepekaan untuk bertaubat saat berbuat salah, dan akhlak mulia adalah buah dari takwa yang sejati. Semoga kita semua dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ya Allah, berikanlah kami takwa yang sejati, jadikanlah kami orang-orang yang segera bertaubat dengan amal saleh ketika berbuat salah, dan hiasilah kami dengan akhlak yang mulia. Aamiin.