Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu โ hadits yang mengajarkan tiga amalan mulia sebagai buah dari iman kepada Allah dan Hari Akhir: menjaga lisan, memuliakan tetangga, dan memuliakan tamu. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Berkata baik atau diam
Lisan adalah anggota tubuh paling berbahaya. Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam.
Memuliakan tetangga
Tidak menyakiti, berbagi makanan, dan membantu jika dibutuhkan.
Memuliakan tamu
Menjamu dengan baik, maksimal 3 hari, sesuai kemampuan.
| Amalan | Bentuk Penerapan | Hal yang Dilarang |
|---|---|---|
| Jaga Lisan | - Berkata jujur - Berdakwah dengan bijak - Mengucapkan salam - Mengingatkan kebaikan - Berdoa untuk sesama |
- Ghibah (menggunjing) - Namimah (adu domba) - Dusta - Mencela/menghina - Perkataan sia-sia (laghw) |
| Memuliakan Tetangga | - Memberi hadiah/makanan - Menjenguk jika sakit - Menjaga privasi - Membantu kesulitan - Mengucapkan salam |
- Menyakiti dengan perkataan/perbuatan - Mengganggu ketenangan - Mencuri/melanggar hak - Merusak properti |
| Memuliakan Tamu | - Menyambut dengan ramah - Menyediakan makanan/minuman sesuai kemampuan (maksimal 3 hari) - Menghormati privasi tamu |
- Membebani tuan rumah berlebihan - Menolak tamu tanpa alasan syar'i |
Hadits ke-12 mengajarkan meninggalkan yang tidak bermanfaat. Hadits ke-15 ini lebih spesifik: jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam โ ini adalah bentuk "meninggalkan yang tidak bermanfaat" dalam ranah perkataan.
Memuliakan tetangga dan tamu adalah perwujudan dari "mencintai saudara seperti mencintai diri sendiri" โ karena kita ingin diperlakukan dengan baik, maka perlakukan orang lain dengan baik.
Hadits ini mengajarkan bahwa iman yang benar kepada Allah dan Hari Akhir harus tercermin dalam akhlak sehari-hari. Tiga amalan utama yang menjadi indikator keimanan adalah: (1) menjaga lisan โ berkata baik atau diam, (2) memuliakan tetangga, dan (3) memuliakan tamu. Ini semua adalah bentuk nyata dari ukhuwah islamiyah (persaudaraan Islam) dan akhlak mulia. Seorang mukmin sejati adalah yang memberikan manfaat dan rasa aman bagi orang lain, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Mari kita jadikan hadits ini sebagai panduan dalam bergaul dengan sesama.
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang beriman sejati, yang menjaga lisan dari perkataan buruk, memuliakan tetangga, dan menghormati tamu. Aamiin.