๐ Hadits Kesepuluh: Allah Itu Baik & Hanya Menerima yang Baik
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu โ hadits yang mengajarkan tentang kesucian Allah, kewajiban mengonsumsi yang halal, dan hubungannya dengan terkabulnya doa. Diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Terjemahan Indonesia:
โDari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ๏ทบ bersabda: 'Sesungguhnya Allah ta'ala itu baik (Thayyib), tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman sebagaimana Dia memerintahkan para rasul. Allah berfirman: "Wahai para rasul, makanlah dari yang baik-baik dan beramalah saleh." (QS. Al-Mu'minun 23:51). Dan Dia berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari yang baik-baik dari apa yang Kami rezekikan kepada kalian." (QS. Al-Baqarah 2:172). Kemudian beliau menyebutkan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, dalam keadaan kusut dan berdebu. Dia mengangkat kedua tangannya ke langit (berdoa): "Ya Rabbi, ya Rabbi!" Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?'โ (HR. Muslim)
Kosa kata:๐ ุทููููุจู : baik / suci๐ ููุง ููููุจููู : tidak menerima๐ ุฃูุดูุนูุซู : kusut (rambut)๐ ุฃูุบูุจูุฑู : berdebu๐ ููู ูุฏูู ููุฏููููู : mengangkat kedua tangannya๐ ููุฃููููู : maka bagaimana mungkin๐ ููุณูุชูุฌูุงุจู : dikabulkan
Makna "Allah Itu Baik & Hanya Menerima yang Baik"
๐ก Insight Utama: Sifat Allah Thayyib (Maha Baik lagi Maha Suci) mengandung makna bahwa Dia sempurna, terpuji, dan tidak menyukai kecuali yang baik. Oleh karena itu, amal ibadah, sedekah, doa, bahkan makanan yang masuk ke dalam tubuh seorang hamba haruslah berasal dari sumber yang thayyib (halal lagi baik). Konsumsi yang haram menjadi penghalang besar terkabulnya doa dan diterimanya amal.
Allah memerintahkan para rasul dan orang beriman untuk makan yang baik (halal) dan beramal saleh.
QS. Al-Mu'minun 23:51 QS. Al-Baqarah 2:172
Perumpamaan Musafir yang Doanya Tidak Dikabulkan:
Seorang laki-laki yang bersafar jauh (doa musafir termasuk mustajab), dalam keadaan kusut dan berdebu (penampilan merendah), mengangkat tangan ke langit, memanggil "Ya Rabbi, Ya Rabbi!" (meratap dan sungguh-sungguh) โ namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari yang haram. Maka Rasulullah bertanya retoris: "Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?"
Sebab-Sebab Dikabulkannya Doa (dari Hadits Ini)
Faktor Pendukung
Perjalanan jauh (safar) โ waktu mustajab.
Penampilan kusut dan berdebu (tanda kerendahan hati).
Mengangkat kedua tangan ke langit.
Meratap dan sungguh-sungguh dalam doa ("Ya Rabbi, Ya Rabbi").
Keinginan kuat dalam permintaan.
Penghalang Dikabulkannya Doa
Makanan haram.
Minuman haram.
Pakaian haram.
Diberi makan/minum dari sumber haram.
Pesan Keras: Seseorang bisa melakukan semua adab doa yang utama (safar, kusut, mengangkat tangan, meratap), namun jika hartanya berasal dari yang haram, doanya terhalang untuk dikabulkan. Ini menunjukkan betapa pentingnya mencari rezeki yang halal.
Kandungan & Pelajaran Penting
Allah Maha Suci dan Baik, tidak menerima amal kecuali yang baik (ikhlas dan sesuai syariat).
Barang haram tidak akan diterima sebagai sedekah atau amal kebaikan.
Yang disebut โbaikโ (thayyib) adalah apa yang dinilai baik oleh syariat, bukan sekadar selera manusia.
Makanan, minuman, dan pakaian yang haram menjadi penghalang terkabulnya doa.
Orang yang bergelimang maksiat dan haram, doanya tidak termasuk yang dikabulkan (kecuali jika Allah menghendaki).
Makan barang haram dapat merusak amal dan menjadi penghalang diterimanya ibadah.
Anjuran berinfak dari barang halal dan larangan berinfak dari barang haram.
Seorang hamba akan diberi pahala jika memakan makanan halal dengan niat untuk kuat taat kepada Allah.
Doa orang yang sedang safar (bepergian) termasuk doa yang mustajab.
Adab doa: safar, penampilan bersahaja (kusut/dekil sebagai bentuk kerendahan), mengangkat tangan, meratap, dan yang terpenting: makanan halal.
Jenis-Jenis Keharaman yang Disebut dalam Hadits
Aspek
Bentuk Keharaman
Dampak
Makanan (Math'am)
Haram zatnya (babi, bangkai) atau haram cara memperolehnya (curi, riba, suap)
Menjadi penghalang terkabulnya doa dan diterimanya amal
Minuman (Masyrab)
Khamr, minuman memabukkan, atau diperoleh dengan cara haram
Pakaian (Malbas)
Pakaian curian, pakaian sutera bagi laki-laki, atau diperoleh dari sumber haram
Gizi/Asupan (Ghudziya)
Seluruh tubuh tumbuh dari sumber haram โ ini yang paling parah
Peringatan: Jika daging dan tulang seseorang tumbuh dari makanan haram, maka api neraka lebih layak baginya (sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain). Maka sangat penting menjaga kehalalan sumber rezeki.
Alur: Dari Rezeki Halal menuju Terkabulnya Doa
Mencari Rezeki Halal
Makan & Minum Halal
Hati Bersih & Kuat Beribadah
Doa Dikabulkan & Amal Diterima
Sebaliknya, rezeki haram โ hati keras โ ibadah lesu โ doa terhalang.
Tema-Tema dalam Al-Qur'an
๐ Mempersembahkan yang terbaik kepada Allah:
QS. Al-Qashash 28:77
Hadits ini menunjukkan bahwa doa orang yang konsumsi haramnya dominan dan tidak bertaubat sangat terhalang untuk dikabulkan. Namun, jika ia bertaubat dan meninggalkan yang haram, Allah Maha Pengampun. Juga, bisa saja Allah mengabulkan doanya sebagai ujian atau karena rahmat-Nya yang luas, tetapi secara umum, keharaman menjadi penghalang utama. Maka setiap muslim wajib berusaha mendapatkan rezeki halal.
Tidak. Pekerjaan yang mengandung riba, suap-menyuap, menipu, menjual barang haram (minuman keras, narkoba, babi, patung berhala), atau yang mendukung kemaksiatan adalah haram. Seorang muslim wajib meninggalkan pekerjaan haram meskipun pendapatannya besar, dan mencari pekerjaan halal.
Makanan syubhat sebaiknya ditinggalkan sebagai bentuk kehati-hatian (wara'). Karena jika terus-menerus mengonsumsi syubhat, dikhawatirkan akan terjerumus pada yang haram. Hadits sebelumnya (hadits ke-6 tentang halal, haram, syubhat) sangat relevan di sini.
Ya, sedekah dari barang haram tidak diterima Allah dan tidak berpahala. Bahkan pelakunya berdosa karena memberi dari barang yang tidak halal. Rasulullah bersabda: โAllah tidak menerima sedekah dari barang curianโ dan โSedekah dari barang haram tidak akan naik ke langit.โ
๐ Kesimpulan Hadits Kesepuluh
Hadits ini mengajarkan bahwa Allah Maha Baik dan hanya menerima yang baik. Karenanya, setiap muslim wajib memperhatikan sumber makanan, minuman, dan pakaiannya. Rezeki yang halal bukan hanya kewajiban, tetapi juga kunci terkabulnya doa dan diterimanya amal ibadah. Seorang yang makan, minum, dan berpakaian dari barang haram โ meskipun ia berdoa dengan penuh kesungguhan dalam keadaan safar โ doanya terhalang untuk dikabulkan. Maka, jagalah kehalalan rezeki, karena ia akan mempengaruhi kualitas ibadah dan hubungan kita dengan Allah.
Berseri: Hadits Kesebelas (Meninggalkan Keraguan & Wara') akan dibahas pada bagian selanjutnya insya Allah.
Ya Allah, berilah kami rezeki yang halal lagi baik, jadikanlah kami orang-orang yang menjaga kehalalan dalam setiap aspek kehidupan, dan kabulkanlah doa-doa kami. Aamiin.